Beberapa Jenis Rematik Yang Paling Umum Terjadi.

REMATIK

penderita rematik

Rematik adalah penyakit yang menimbulkan rasa sakit akibat otot atau persendian yang bisa mengalami peradangan dan pembengkakan. Rematik terdiri atas berbagai jenis dan bisa menjangkit persendian manapun pada tubuh.

Terdapat lebih dari 100 jenis rematik dan berikut ini adalah beberapa jenis rematik yang paling umum terjadi :

RHEUMATOID ARTHRITIS

285x285_Rheumatoid_Arthritis_Symptoms_In_Women_Deformity_7a

Rheumatoid Arthtitis atau artriris reumatoid adalah kondisi ketika kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan-jaringan sendi. Akibatnya, sendi-sendi yang terserang akan mengalami peradangan dan menimbulkan seperti berikut:

– Sendi menjadi bengkak karena cairan yang menumpuk
– Terasa kaku, terutama pada pagi hari atau setelah lama tidak di gerakan
– Merah dan terasa panas
– Terasa sakit akibat peradangan yang aktif

Rheumatoid arthritis yang terus berkembang bisa menyebabkan kerusakan dan perubahan bentuk permanen pada sendi. Akibatnya pergerakan sendi mulai terbatas dan fungsi sendi bisa hilang sepenuhnya.

Selain pada sendi, rhematoid arthritis juga bisa menyebabkan geejala-gejala lain, seperti kelelehan, demam, nyeri otot dan nafsu makan yang berkurang. Rheumatoid arthritis juga bisa berkembang di luar persendian tubuh dan menyerang organ lain seperti mata, kulit, ginjal dan jantung.

Diagnosis rheumatoid arthritis akan dilakukan dokter berdasarkan gejala, perubahan fisik pada sendi, pemeriksaam medis seperti berikut :

– X-ray untuk memeriksa sendi dan tulang di sekitarnya
– Tes darah untuk memeriksa jika tubuh benar sedang mengalami peradangan dan untuk memeriksa keberadaan faktor reumatoid yang muncul pada sebagian penderita rheumatoid arthritis
– Ultrasound untuk melihat dalam sendi
– MRI scan untuk meneliti sendi lebih lanjut dengan gambar yang lebih jelas.

Pada umumnya penyakit ini tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tapi dengan pengobatan yang tepat, gejala serta perkembanganya bisa membantu penderita tetap hidup produktif.

OSTEOSTRITIS

354023_Osteoarthritis_

Osteosrtritis adalah penyakit persendian yang menimbulkan rasa sakit dan terbatasnya pergerakan sendi, serta seiring waktu bisa menyebabkan kerusakan tulang rawan. Penyakit ini bisa menjangkiti berbagai macam persendian, namun persendian yang paling sering terkena dampaknya adalah jari, leher, kaki, pinggang, lutut, dan pinggul. Penuaan atau bertambahnya usia merupakan faktor umum terjadinya osteortritis. Beberapa gejala osteoartritis yang mempengaruhi persendian adalah sebagai berikut :

– Persendian terasa sakit, terutama saat berjalan
– Persendian menjadi tidak stabil, terasa kaku, dan membengkak
– Jika disentuh, persendian akan terasa hangat

Selain itu, osteoartritis juga dapat menyebabkan melemahnya otot dan bisa berdampak pad kehidupan sehari-hari, seperti mengalami kesulitan untuk membungkuk, memakai pakaian, duduk, dan bahkan menggenggam objek.

Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren adalah penyakit sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang jaringan yang sehat dan menyebabkan peradangan. Penyakit ini lebih serinng di derita oleh wanita dibandingkan pria, namun penyebab terjadinya sindrom sjrogen masih belum diketahui. kondisi ini bisa terjadi sendiri. tapi bisa muncul bersama dengan peyakit sistem kekebalan tubuh lainnya, seperti lupus dan rheumatoid arthrtitis. Dibawah ini adalah beberapa gejala sindrom sjogren :

– Kelenjar terdapat di dalam mulut tidak memproduksi air liur yang cukup sehingga membuat mulut terasa kering
– Mata terasa perih dan teriritasi
– Kelenjar parotid yaitu salah satu kelenjar air liur, mengalami pembengkakan
– Kurangnya produksi air mata oleh kelenjar yang ada di dalam mata membuat mata terasa kering
– Sariawan
– Kesehatan gigi dan gusi yang terganggu

Selain itu gejala sindrom sijogren yang lebih jarang terjadi adalah dengan organ dalam yang terganggu dan persendian terasa kaku serta sakit.

Sindrom Sijogren dapat di diagnosis dengan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa tes lanjutan seperti berikut :

– Tes darag untuk mengetahui apakah sindrom sijogren sudah berdampak pada sistem kekebalan tubuh dengan cara memeriksa keberadaan antibiodi anti-La dan anti-Ro.
– Tes Schimer dan tear break-up time untuk memeriksa dan mengukur seberapa efektif kelenjar air mata dalam memproduksi air mata
– Tes produksi rata-rata air liur untuk melihat apakah jumlah air liur yang di diproduksi di bawah batas normal
– Biopsi atau pemeriksaan sampel jaringan kecil dari bibir bagian dalam untuk memeriksa apakah jenis ada sejenis sel darah putih yang disebut limfosit terdapat di dalam jaringan. Ini bisa menandakan sindrom sjogren.

LUPUS

Lupus Rash on Hands 2

Lupus juga merupakan penyakit yang terkait dengan kekebalan tubuh manusia dan memiliki istilah medis systemic lupus erythematosus atau disingkat SLE. Penyebab terjadinya lupus hingga saat ini masih belum diketahui pasti.

Beberapa gejala lupus yang bisa terjadi, antara lain rambut yang mengalami kerontokan, stroke, kejang, persendian terasa kaku dan nyeri, letih, serta sensitif terhadap cahaya matahari. Selain itu, masih ada beberapa gejala lupus yang mungkin dialami seperti dibawah ini.

– Lapisan jantung atau paru-paru mengalami peradangan dan menyebabkan dada terasa sakit.
– Muncul ruam di sekitar pipi yang berbentuk seperti kupu-kupu
– Munculnya fenomena Raynaud atau perubahan warna jaro-jari tangan atau kaki saat terpapar cuaca dingin
– Timbul kondisi gangguan darah seperti jumlah trombosit sel darah putih dibawah normal

Gejala lupus yang dialami masing-masing penderita bisa berbeda dan tidak menentu, hal itu yang membuat lupus sulit di diagnosis. Tapi ada beberapa tes darah yang dapat dilakukan untuk membantu mendiagnosis lupus seperti tes laju endap darah, tes antibodi antinuclear, dan tes pemeriksaan darah lengkap.

Selain itu, dokter mungkin juga akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan sampel urine dan pemeriksaan fungsi ginjal dan hati. Pemeriksaan menggunakan echocardiogram dan x-ray pada bagian dada akan segera di sarankan oleh dokter jika jantung atau paru-paru di duga sudah terjangkit lupus.

Ankylosing Spondylitis

Ankylosing spondylitis adalah penyakit peradangan kronis yang menjangkiti tulang belakang dan bagian tubuh lainnya. Penyakit ini lebih sering di derita oleh remaja pria hingga usia 30 tahun. Berikut adalah beberapa gejala ankylosing spondylitis :

– Punggung terasa kaku dan sakit saat berdiri dan istirahat
– Rasa sakit mulai dari bawah ke atas tulang belakang
– Usai beraktivitas atau melakukan kegiatan, rasa kaku dan sakit akan mereda
– Bokong dan punggung bagian bawah terasa sakit yang timbul secara perlahan
– Bagian tubuh diantara leher dan tulang belikat terasa nyeri

Ada beberapa area tubuh yang paling sering terkena dampak ankylosing spondylitis yaitu persendian bahu, ruas tulang belakang, tulang rawan antara tulang rusuk dan tulang dada, persendian antara tulang panggul dan pangkal tulang belakang, serta ligamen dan tendon di persendian tulang belakang dan di belakang tumit.

Tulang belakang akan menjadi makin kaku dan sulit untuk membungkuk jika ankylosing spondylitis tidak segera ditangani. Pemeriksaan fisik, x-ray dan MRI scan bisa dilakukan untuk mendiagnosis ankylosing spondylitis

Langkah Perawatan Rematik

Perawatan rematik dilakukan dengan mengendalikan penyakit dan meredakan gejala yang timbul dengan mengonsumsi obat anti inflamasi non steroid dan analgesik. Obat yang mengandung steroid digunakan hanya jika gejala atau penyakit yang di derita sudah parah.

Selain mengonsumsi obat-obatan, anda juga dapat melakukan hal-hal lain untuk meredakan penyakit rematik, seperti mengurangi stres, berolahraga secara rutin, istirahat yang cukup dan menjalani pola diet yang seimbang.

Temui dokter spesialis reumatologi jika mengalami gejala sperti yang disebutkan diatas untuk mendapatkan pemeriksan dan penanganan lebih lanjut.

Untuk mengoptimalkan cara diatas kami merekomendasikan Qnc Jelly Gamat sebagai solusi pengobatan Rematik secara alami tanpa menimbulkan efek samping. Info lebih lengkap klik : Qnc Jelly Gamat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *